5 Hal Buruk Soal Pendidikan/Sekolah Di Indonesia Menurut Ane




Hai agan agan, balik lagi dengan ane PCJAMES. Hari ini ane kembali menulis thread nih agan agan. Pada thread satu ini ane akan menuliskan beberapa pandangan pribadi / opini ane nih. Topik yang akan ane bahas hari ini mungkin sudah banyak dibahas orang orang. Tapi ane juga mau ikut menuliskan opini pribadi ane tentang hal yang satu ini nih gan.



Topik yang akan ane bahas hari ini adalah Pendidikan/Sekolah di Indonesia. Ane akan memberikan opini ane tentang beberapa hal buruk soal Sekolah/Pendidikan di Indonesia. Yang ane maksud buruk disini lebih ke arah pelaksanaan nya ya gan. Kalau agan agan ada opini yang sama atau juga berbeda bisa agan agan tulis di comment sections ya. Oke, ane mulai aja dah gan.

1. Materi Pelajaran Yang Harus Murid Ikuti



Hal pertama yang akan ane kritisi adalah soal "pelajarannya". Yap, bisa dibilang Pelajaran adalah pokok atau hal utama dalam sekolah. Setiap orang datang ke sekolah untuk menerima pelajaran. Karena ane masih SMA, ane akan lebih membahas tentang pelajaran di SMA. Saat ini setiap siswa di SMA (ane) diwajibkan untuk belajar 15 Pelajaran. Nah, selain itu rangking terus dibuat berdasarkan rata rata setiap murid. Yang ane kritisi disini adalah, mengapa kita harus menelan pelajaran sebanyak itu dan mengapa kita tidak hanya belajar pelajaran yang kita butuhkan. Ane gak bermaksud bilang ada pelajaran yang tidak penting, namun setiap murid punya minat nya masing masing. Lalu, mengapa setiap murid harus dipaksa hebat di semua pelajaran. Kalau tidak rangking nya bisa turun. Padahal, setiap murid juga punya spesialisasi masing masing di pelajaran yang berbeda beda.  Kalau menurut ane pribadi, murid lebih baik disuruh mempelajari pelajaran yang benar benar ia minati dengan lebih mendalam bukan dipaksa belajar bermacam macam pelajaran tapi hanya mengetahui permukaanya. Karena di kuliah kita hanya belajar pelajaran yang kita pilih/minat sesuai jurusan tapi secara mendalam. Hal ini juga yang membuat para siswa di Indonesia tidak memiliki pemahaman yang mendalam soal pelajaran yang mereka benar benar minati.

2. Kualitas Guru



Di poin kedua, pertama tama ane akan jelaskan kalau ane bukan nya menganggap guru guru di Indonesia kurang bagus, tapi ane hanya membahas beberapa "oknum" yang menurut ane kurang baik dalam mengajar. Ini opini pribadi ya gan. Menurut pengalaman ane pribadi, di lingkungan ane beberapa guru masih mengajar murid dengan cara yang kurang baik. Sebagai contoh, masih banyak guru yang hanya menyuruh murid presentasi, mengerjakan tugas, lalu ulangan, repeat. Yap, tidak menerangkan sama sekali. Dan sedihnya bukan hanya satu atau dua guru. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada guru, menurut ane guru guru yang mengajar seperti itu tidak mencerdaskan murid. Guru yang memang tugasnya menerangkan kepada murid dengan baik malah menyuruh murid untuk mengajar diri nya sendiri. Malah ane pribadi merasa Bimbel dan Internet memberi ilmu lebih banyak daripada sekolah. Tapi sekolah masih jadi satu satu nya tempat menuntut ilmu yang bersifat resmi.

3. Jam Sekolah



Poin yang satu ini mungkin juga merupakan hal yang paling sering dikeluhkan oleh siswa siswa. Pertama, kini semua sekolah terutama SMA sudah menetapkan sistem full day school. Di mana (kalau di SMA ane) kita masuk sekolah jam 6:30 dan baru pulang jam 15:30. Nah, kita belajar di sekolah selama 9 jam. Waktu yang menurut ane sangat tidak efektif. Menurut ane, seorang siswa bukannya makin paham dengan pelajaran jika dipaksa belajar terlalu lama, tapi pelajaran yang sudah masuk bisa meluap kembali alias ga mengerti apa apa. Ane gak tau kenapa full day school ini bisa ditetapkan padahal jam sekolah jaman KTSP sudah cukup oke menurut ane dimana kita masuk jam 7:00 dan pulang jam 13:30 yang artinya kita belajar selama 6 Jam 30 menit saja. Full day school bukan hanya melelahkan siswa tapi juga guru.


4. PR



Lalu soal PR. Nah, Menteri Pendidikan sudah menghimbau kepada guru guru agar mereka tidak memberikan pr pada siswa pasca ditetapkannya Full Day School karena siswa sudah belajar lama di sekolah. Namun, sedihnya masih ada guru yang menurut ane jahat. Yap, literally jahat karena masih memberikan PR padahal kita sudah 9 jam eneg di sekolah. Lalu dirumah kami kembali diberi hal gajelas yang bahkan guru pun meriksanya formalitas. Bukannya malas mengerjakan PR, tapi bukannya aturan itu harus dipatuhi ya? Guru yang salah satu tugasnya mengajarkan kita untuk taat aturan malah melanggar aturan. Dan waktu tenang kita di rumah terkuras karena PR. Kadang PR nya 10 - 20 soal. Apakah mayoritas murid murid mengerjakan nya dengan baik? Nope, kebanyakan mereka mencari di internet atau tidak nyalin dari teman.

5. Atittude Murid



Dan hal terakhir yang akan ane kritisi adalah dari para murid itu sendiri. Sekolah juga merupakan tempat untuk mendidik karakter dan sikap. Tapi sayangnya lagi, semakin lama semakin "aneh" pergaulan dan perilaku siswa masa kini. Hal hal yang betentangan dengan kesopanan dan kejujuran sudah menjadi biasa di kalangan anak SMP - SMA. Yang paling mencolok adalah mencontek. Di lingkungan ane, hampir semua murid mencontek atau kerja sama saat ujian. Padahal, hal itu sangat bertolak belakang dengan kejujuran. Dan lebih buruknya lagi guru guru banyak yang membiarkan nya. Artinya murid bukan menjadi jujur di sekolah tapi semakin menjadi licik. Karena sejak muda sudah terbiasa tidak jujur, saat anak itu dewasa sifat ketidakjujuran juga akan terus terbawa. Itu juga merupakan salah satu faktor mengapa korupsi menjadi hal yang banyak ditemui di negeri ini. Yang kedua, di lingkungan ane mayoritas murid SMA sudah merokok, padahal usia mereka masih dibawah 18 tahun. Hal ini juga menunjukkan bahwa siswa siswa belum bisa menjadi individu yang taat aturan. Berbeda di negara negara maju dimana urusan membeli rokok maupun alkohol sangat ketat dan usia nya harus mencapai 18 tahun. Namun, sayangnya kembali orang Indonesia masih hobi menyalahkan negara lain terutama negara maju sebagai perusak moral, padahal kenyataan nya di negara kita peraturan tidak dihargai. Dan yang ane sayangkan adalah, setiap pagi para murid di wajibkan membaca kitab serta dipandu lewat speaker kelas. Tapi sayangnya, banyak yang tidak memaknai / mengimani kegiatan rutin tersebut, melainkan mengabaikan nya dan terus melakukan ketidak jujuran disekolah.

Sumber : Opini Pribadi + Google Images


Kenalan Sama TS :



4 Rekor Indonesia Di Dunia

Comments