6 Hal Yang Membuat Ane Resah Untuk Membesarkan Anak Di Indonesia


Hai agan agan, balik lagi dengan ane PCJAMES. Hari ini ane kembali menulis thread nih. Namun, kali ini ane akan menuliskan sesuatu yang berbeda. Ane hari ini akan menuliskan beberapa opini dan pandangan pribadi ane sendiri. Mungkin hal ini juga sering terlintas di pikiran banyak agan agan. Ya, ane hari ini akan membahas soal "membesarkan anak di Indonesia".


Seperti yang kita ketahui, saat ini zaman sudah makin parah. Semakin memburuk di beberapa hal, salah satunya adalah Pergaulan Anak Muda. Mungkin akan ada banyak agan agan yang tak terlalu tahu dunia luar dan mengatakan "Ah, Indonesia malah negara yang bagus untuk membesarkan anak. Disini kan agama dan budaya ketimurannya kuat. Lebih parah di luar negeri lah, pergaulan nya bebas." Padahal, faktanya moral dan pergaulan remaja di Indonesia lebih parah dari pada di luar negeri sana, apalagi di negara maju yang sering orang salahkan. Maka dari itu, berikut Keresahan Ane Untuk Membesarkan Anak Di Indonesia.

1. Kebebasan Untuk Membeli Rokok dan Miras



Pertama, di Indonesia beberapa hal buruk untuk anak dibawah umur itu sangat bebas. Yap, yang ane maksud disini adalah Rokok, Miras, Kendaraan Bermotor, serta Clubbing. Mau bilang di sini pergaulan sangat terjaga dan negara di luar sana bebas ? Mungkin belum tau hal yang satu ini. Yap, kebebasan untuk mendapatkan hal hal tersebut mungkin akan membuat banyak orang tua resah akan pergaulan anaknya. Miris memang, anak di Indonesia lebih mudah tercemar Rokok dan Miras karena disini apapun bisa dilanggar. Peraturan untuk membeli Rokok dan Miras memang 18 Tahun, namun semua orang dan semua umur bisa membelinya dengan mudah tanpa rintangan. Hal ini yang membuat semakin banyak anak anak Indonesia sudah memakai Rokok dan Miras. Berbeda dengan anak anak di negara negara maju yang hanya bisa dapat Rokok dan Miras di usia 18 tahun karena harus menyerahkan ID Card saat membelinya. Dan tentunya, hal ini juga membuat keresahan para orang tua akan membesarkan anak di Indonesia.

2. Kebebasan Para Remaja Mengendarai Tanpa SIM


Kedua, soal kendaraan bermotor. Mungkin untuk hal yang ini para orang tua juga sudah membolehkan nya. Tapi menurut ane hal ini masih cukup berbahaya. Di Indonesia, sangat banyak atau bahkan hampir semua anak remaja di bawah umur sudah membawa kendaraan bermotor tanpa SIM. Hal ini tentunya salah satu hal yang kurang baik, lantaran anak anak yang sebenarnya belum siap dan rentan mengalami kecelakaan bisa dengan sangat mudah untuk membawa kendaraan motor. Dan yap, faktanya banyak sekali remaja tanpa SIM yang terkena kecelakaan di jalan. Jika ketilang polisi, mengatasinya gampang tinggal setor kertas biru (biasanya).

3. Kebebasan Para Remaja Untuk Keluar Hingga Larut Malam


Ketiga, zaman sekarang di Indonesia anak anak SMP - SMA sudah dengan sangat mudahnya main sampe larut malam, bahkan yang perempuan juga. Ane gak tahu apakah kondisi di kota agan agan juga begitu, namun dari pengamatan ane di kota kota besar terutama kota ane sudah seperti itu. Kini, rata rata anak SMA setiap malam minggu, atau hari hari lain sudah sangat lumrah untuk keluar hingga larut malam, biasanya jam 10 - 12. Ane kira hanya beberapa orang, namun setelah ane tanya tanya ternyata mayoritas dari mereka memang sudah biasa dan diizinkan orang tua nya. Ane gak tau apakah menurut agan agan ini adalah hal yang baik atau buruk ? Tapi menurut ane pribadi keluar hingga larut malam tanpa pengawasan orang tua untuk anak anak remaja (SMP - SMA) tidaklah baik. Pertama karena bisa terjadi sesuatu yang buruk atau malah anak anak kita yang melaukan hal buruk di luar. Bahasa simplenya, kini menjadi anak malam lagi ngetrend di kalangan remaja Indonesia. Dan yap, ini menjadi salah satu keresahan ane untuk membesarkan anak di Indonesia. Tapi mungkin, menurut ane total freedom itu sudah pas untuk diberikan pada anak jika sudah kuliah.

4. Langkanya Kejujuran Di Negara Ini


Keempat, masalah kejujuran. Sudah juga kita ketahui bahwa kejujuran kini sudah menjadi hal yang langka di Indonesia. Bukan hanya di satu kalangan melainkan hal ini sudah menjamur di banyak kalangan usia. Contohnya, langkanya kejujuran di kalangan orang dewasa adalah "Korupsi". Lalu langkanya kejujuran di kalangan anak muda adalah "membohongi orang tua" dan "nyontek". Yap, keresahan yang satu ini juga cukup membahayakan. Lantaran, satu sikap yang menurut ane sangat penting ini malah sangat sulit untuk ditanamkan sejak dini di Indonesia ini. Orang tua pun sulit untuk mengajari anaknya untuk jujur karena pengaruh lingkuan di luar sana lebih kuat. Dan tentunya, jika ketidakjujuran itu sudah tertanam sejak dini maka ketidakjujuran itu akan berkembang menjadi semakin parah di masa depan anak anak tersebut.

5. Seks Bebas


Dan point kelima mungkin yang akan paling banyak diresahkan oleh orang tua di negara ini. Yap, hal itu adalah Seks Bebas. Mau beranggapan kalau negara kita ini terhindar dari seks bebas karena negara ini sangat religius dan menjunjung tinggi budaya ketimuran ? Mening liat faktanya ajah deh gan. Bahkan fenomena seks bebas di negara ini lebih parah daripada negara negara maju yang sering kita judge sex bebas itu gan. Ya gan, faktanya KPAI mengeluarkan data yang tertulis : 66% Remaja Indonesia (SMP - SMA) sudah tidak perawan dan perjaka. Ini sudah hasil survey dari lembaga resmi negara gan, silahkan kalau masih mau diragukan. Artinya juga, negara ini adalah negara sex bebas dimana mayoritas remajanya sudah tidak pernah melakukan hal itu. Tentunya akan banyak orang tua yang akan sangat resah untuk membesarkan anaknya. Negara yang katanya sangat religius, berbudaya ketimuran, dan menentang sex bebas ternyata sudah lebih dari setengahnya pernah melakukan seks bebas.  Bagaimana di negara negara lain, apakah sama saja atau lebih baik ? Ane ambil contoh Amerika Serikat yang sering dibilang berbahaya untuk urusan "pergaulan". Ternyata negara ini masih tak separah Indonesia. Di negara ini, sekitar 41% Remaja nya yang pernah melakukan seks bebas. Artinya masih lebih banyak yang belum. Berbeda dengan yang banyak agan tonton di film. Ini ane ada beberapa refrensi link dari statistik di atas :



6. Maraknya Kekerasan, Geng Motor Dan Tawuran


Dan hal yang terakhir adalah hal yang paling membahayakan secara fisik. Di Indonesia ini sudah terkenal satu budaya di kalangan anak muda yang cukup brutal yaitu Tawuran, mungkin tidak di semua kota tapi cukup meresahkan menurut ane. Telah banyak anak yang menjadi korban karena Tawuran, dan mirisnya banyak sekali remaja yang tertarik melakukan hal itu. Lalu contoh kekerasan lain adalah Geng Motor. Yap, Geng Motor di Indonesia sangat identik dengan anak anak remaja. Hampir semua geng motor sadis di negara ini beranggotakan anak SMP - SMA. Hal ini tentunya merupakan salah satu kenakalan yang paling berbahaya karena sudah masuk ke ranah kriminal. Orang tua pun akan sangat resah jika anak nya tergabung dalam geng motor dan menjadi orang yang sangat nakal bahkan jahat karena pergaulan di dalam sana juga parah. Dan mungkin, tawuran dan geng motor remaja hanya ada di negara Indonesia.

Nah, itu beberapa point dari ane mengenai "keresahan untuk membesarkan anak di Indonesia". Ane menulis thread ini karena kini ane sudah melihat bagaimana pergaulan anak di negara ini sudah semakin parah karena kebebasan yang ada. Dan, yap membesarkan anak di negara negara maju lebih baik dan tidak semenakutkan apa yang orang banyak bicarakan. Karena faktanya, sebuah negara tidak akan bisa maju kalau moral para anak anak bangsanya sudah rusak. Di lain sisi, jika moral para anak anak bangsa suatu negara banyak yang rusak, negara itu akan sulit untuk maju. Kalau menurut agan agan bagaimana ? Apakah ada keresahan juga, mari kita berdiskusi di komentar thread ini. Sekian dan terimakasih.

Kenalan Sama TS :



4 Rekor Indonesia Di Dunia

Comments