Beberapa Prinsip Keuangan Yang Selalu Ane Terapkan Sejak Kecil Hingga Kini

Hai agan agan, balik lagi dengan ane PCJAMES. Hari ini ane kembali menulis thread lagi gansist. Kali ini ane akan membahas soal opini pribadi ane. Yap, udah jarang ane menulis opini disini sejak Agustus. Nah, hal yang akan ane bahas disini mungkin berhubungan dengan permasalahan yang dialami banyak orang. Yap, soal keuangan tepatnya mengelola uang. 

Hasil gambar untuk financial principles

Di thread ini ane hanya mau berbagai pengalaman dan beberapa prinsip yang beberapa diataranya merupakan hal yang ditanamkan orang tua ane dan cukup works (di ane). Yap, beberapa prinsip yang ane terapkan untuk mengelola keuangan sejak kecil ini cukup berdampak baik. Sebagai contoh yang ane alami saat ini di usia 17 Tahun, dengan beberapa hal ini ane "gak pernah" bokek, bisa beli berbagai hal yang ane pingin, jalan dan makan ke tempat tempat yang ane sukai namun cukup terhindar dari boros dan persediaan uang tetap tersedia cukup banyak. Maka dari itu, Beberapa Prinsip Keuangan Yang Selalu Ane Terapkan Sejak Kecil Hingga Kini.

1. Jika Mendapat Uang / Penghasilan, Tabunglah Dulu Baru Sisihkan Untuk Dipakai

Hasil gambar untuk saving most of income

Pertama, tentu saja soal menabung. Menabung adalah hal yang sudah ane dapatkan ilmunya sejak ane kelas 1 SD dan ane cukup bersyukur bisa memulai kebiasaan penting ini sejak kecil. Orang tua ane menerapkan, kalau kita mendapat uang, misalnya uang mingguan dari orang tua, kita lebih baik tabung dulu baru kita sisihkan untuk dipakai. Jadi dibalik, tabungan itu bukan sisa pemakaian tapi mayoritas uang yang didapat harus ditabung. Tentu saja hal itu membuat simpanan uang bisa bertambah dan gaya hidup kita bisa "ditekan" karena kebiasaan memakai uang yang selalu dibatasi agar angka tabungan kita bisa lebih besar. Hal ini juga di mention oleh Om Deddy Corbuzier dalam videonya soal Kebiasaan Orang Kaya. Dan yap, di video itu om deddy berkata, kalau orang kaya itu bisa kaya karena menabung "mayoritas" uangnya. Bukan menabung dari sisa penghasilannya. Karena mereka tahu, bahwa di saat yang akan datang, uang yang ditabung itu akan sangat diperlukan bahkan jika jumlahnya sudah banyak, bisa kita pakai sedikit demi sedikit.

Contoh nyata yang ane dapatkan adalah dari bokap ane. Penghasilan bokap ane sebulan berkisar di angka 15 Juta - 20 Juta. Dari penghasilan itu, bokap pasti menabung atau tepatnya menginvestasikannya di deposito lalu baru menahan 30% penghasilannya atau sekitar 5 Juta untuk keperluan keluarga dan itu cukup. Sehingga, karena semakin banyak uang yang ditahan dan uang yang kami pegang itu cukup, maka keinginan kami untuk membeli barang barang tak perlu pasti ditekan. Hal itu ane terapkan sejak kecil hingga kini saat ane berusia 17 Tahun dan sudah memiliki beberapa penghasilan, dari menulis thread di KASKUS, menulis artikel untuk brand (kontrak), dan jualan iseng iseng di tokopedia yang satu bulan bisa mencapai 2,5 Juta. Dari penghasilan kecil aka iseng iseng itu ane coba kelola dengan cara yang sama. Ane menabung 1,5 Juta - 2 Juta uang ane dan sebisa mungkin hanya memakai 500K - 1 Juta perbulannya untuk beli barang keinginan, nongkrong, makan, dan sebagainya namun tetap menomor satu kan tabungan ane.

2. Jangan Pernah Berhutang Dalam Bentuk Apapun (Termasuk Credit Card)

Hasil gambar untuk anti credit card

Dan berikutnya soal hutang. Yap, masalah keuangan yang satu ini banyak banget merusak hubungan baik orang orang. Dan bersyukurnya ane dan keluarga gak pernah mengalami hal ini karena menanamkan hal yang satu ini yaitu jangan pernah berhutang. Beruntung, bisa dibilang ane berasal dari keluarga yang lebih dari cukup. Maka hal yang satu ini bisa kami terapkan. Jadi pesan orang tua ane adalah, sesusah apapun kita jangan sampai kita mengutang, mau ke saudara apalagi ke bank. Pertama, kita belum tentu bisa mengembalikannya dan kedua hal itu bisa menambah masalah kita. Dan credit card adalah hal yang cukup tegas dilarang oleh orang tua ane, dan untuk hal ini ane sangat setuju. Credit Card memang bisa berguna untuk keadaan darurat

Namun sayangnya banyak banget orang yang rela berhutang jutaan di credit card hanya untuk memenuhi gaya hidup. Maka dari itu, yang namanya menyicil pun hampir tak pernah keluarga ane lakukan mulai dari membeli furniture, motor, hingga mobil kami lakukan dengan kontan. Apalagi hal yang paling dilarang dan dihindarkan adalah berhutang untuk hal hal yang sifatnya bukan primer bahkan menjurus ke "gaya hidup" berlebihan. Yap, paling anti yang namanya menyicil untuk membeli smartphone, laptop, sneakers, dll. Maka dari itu, point pertama yang ane mentionlah yang menjadi solusi yang cukup membantu. Oh iya, hal ini juga pernah di mention oleh Konten Kreator kita yang cukup concern soal keuangan yaitu Bang Raditya Dika. Yap, saat itu bang radit menegaskan untuk menghindari hutang dan ane banyak sekali menyetujui pandangan bang radit soal keuangan.

3. Beli Barang Mahal Boleh, Asal Untuk Fungsinya Dan Kenyamanan. Bukan Untuk Meng-impress Orang Lain

Hasil gambar untuk samsung galaxy s and note

Berikutnya, ada prinsip keuangan yang bisa dibilang ane terapkan sendiri dan bukan dari orang tua. Yap, bisa dibilang prinsip ketiga ini ane juga dapatkan inspirasinya dari video Bang Raditya Dika lagi nih, yang ini soal minimalism. Nah, di video tersebut Bang Radit sempat mention bahwa ia menjual segala koleksi jam tangan mewahnya dan membeli satu jam tangan baru yang harganya jauh lebih mahal. Nah, disini ane belajar bahwa untuk menjaga kesehatan financial kita, kita gak harus mematikan naluri kita untuk memiliki barang mahal. Karena ane percaya, most of things that sold with high prices, is created for a special reason. Yap, ane yakin bahwa barang mahal kebanyakan berbanding lurus dengan kualitas. 

Maka dari itu, sejak ane punya pengahsilan sendiri, ane mengelola keuangan dengan memasukkan prinsip ini. Ane membeli barang yang mahal agar bisa dipakai dalam jangka waktu lama, nyaman dan cocok dengan selera kita, dan dapat membantu kita dalam hidup seperti Smartphone Flagship (Samsung S9+), Adidas Ultraboost, some outfit from international brands (buat pakaian formal), dan laptop yang sangat membantu ane dalam bekerja membuat thread sejak tahun lalu. Dan terakhir, tentu barang barang itu pantang dibeli jika fungsinya hanya untuk gaya padahal gak nyaman bahkan gak berfungsi untuk kita. Yap, karena itulah yang banyak banget kejadian di lingkungan anak muda. Serta yang paling ane tekankan adalah bergayalah dan bergaulah sesuai dengan isi dompet dan rekening sendiri, bukan sesuai keinginan pansos wkwkw.

4. Memberi Untuk Orang Yang Benar Benar Membutuhkan Itu Harus, Dan Tidak Berdampak Buruk Buat Keuangan Kita

Hasil gambar untuk giving money to strangers

Dan terakhir, ini juga adalah prinsip yang ditanamkan dan dilakukan langsung oleh orang tua ane, namun ane masih usahakan untuk melakukan ini sepenuh hati hehe. Jadi orang tua ane pernah bilang, kalau ada orang yang membutuhkan, gak ada salahnya kalau kita memberi uang itu dan bukan menghutangi. Karena meskipun uang keluar, setidaknya kita bisa menolong orang yang benar benar gak punya uang untuk kebutuhannya. Mau dapat balasan atau enggak itu urusan Tuhan. Toh uang yang kita keluarkan gak terlalu banyak bagi kita, namun berarti banget untuk orang lain, ujar nyokap ane. 

Dan saat itu ane juga diajarkan. Dalam membantu orang kita harus bisa membedakan mana yang benar benar membutuhkan dan mana yang cuma ingin uang untuk minjem. Dan dari pengalami menghadapi berbagai orang, syukur kami selalu memberikan kepada orang yang tepat, karena bisa dibilang terasa dihati orang yang bener bener kesulitan. Untuk menerapkannya secara pribadi, ane mengusahakan untuk rutin memberi sumbangan sukarela jika ada pengumuman orang meninggal di sekolah.

Sumber : Pengalaman Pribadi + Google Images

Comments