Berbagai Perbedaan (Besar) Yang Ane Rasakan Ketika Tinggal Di Jakarta Dan Bandung

4 Inovasi Pada Dunia Smartphone Modern Yang Diciptakan Oleh Samsung

Hai agan agan, balik lagi dengan ane PCJAMES. Hari ini ane kembali menulis thread nih gansist. Kali ini, ane akan membahas hal yang menurut ane cukup menarik karena hal ini datang dari pengalaman ane sendiri. Ane akan membahas dua kota besar dan mungkin dua kota paling populer di Indonesia yang banyak berperan di hidup ane. Yap, Bandung dan Jakarta. 

Gambar terkait
Hasil gambar untuk alun alun bandung

Jakarta adalah kota lahir dan asal ane, serta kota asal keluarga besar ane. Sejak tiga generasi sebelum ane, keluarga ane sudah tinggal di Jakarta. Tepatnya di daerah perbatasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Dan Bandung adalah tempat ane dibesarkan dan tinggal hingga hari ini. Yap, meskipun ane dan keluarga ane tinggal di Bandung, ane tak punya saudara di kota ini, bahkan ane enggak punya 1% pun darah Jawa Barat. Dan ane sudah tinggal di kota ini sekitar 12 Tahun. Namun, setiap dua minggu ane selalu ke Jakarta untuk urusan orang tua (ngkikut). Nah, kali ini ane akan memaparkan pendapat dan pengalaman ane soal perbedaan yang ane dapat ketika tinggal di dua kota besar ini !

1. Bahasa (Gaul) Remaja

Hasil gambar untuk amigos kemang

Tentu, karena ane masih berusia 17 Tahun maka ane akan membahas soal perilaku remaja yang ada di dua kota ini. Meskipun ane menghabiskan masa remaja ane di Bandung, ane juga masih mempunyai beberapa teman remaja yang dibesarkan di Jakarta. Salah satu perbedaan yang sangat mencolok dari remaja di Jakarta dan Bandung adalah soal bahasa.

Yap, mungkin agan agan juga udah pada tau kalau anak anak remaja bahkan orang dewasa di Jakarta hampir selalu menggunakan bahasa lo gue yang kadang disebut bahasa gaul untuk komunikasi sehari hari secara umum di Jakarta. Bedanya kalau di Jaktim tercampur dengan dialek Betawi, di Jaksel tercampur dengan bahasa Inggris ala Keminggris, dan di Jakbar dan Jakut tercampur dengan bahasa Chinese / Mandarin. Dan Jakpus terkesan cukup formal. Jadi bisa ane nilai kalau penggunaan bahasa di Jakarta cukup melebur ke bahasa yang berbeda dari bahasa asli orang orang di Jakarta.

Hasil gambar untuk sejiwa coffee

Berbeda dengan di Jakarta yang kebanyakan orangnya memilih menggunakan bahasa gaul, di Bandung bahasa daerah tepatnya bahasa Sunda lah yang menjadi bahasa "anak gaul" disini. Yap, hampir semua remaja yang ada di SMP - SMA ane berkomunikasi dengan bahasa Sunda, tepatnya bahasa Sunda Kasar. Dan mereka cukup enggan menggunakan bahasa lo gue layaknya Bogor dan Tanggerang (kalau di sekolah negeri). Yap, meskipun kita (termasuk ane) bukan orang Sunda, kami tetap berkomunikasi dengan Bahasa Sunda. Dan di sekolah ane yang banyak siswa bersuku Jawa pun cukup lancar dalam berbahasa Sunda. Dan yap, di Bandung bahasa daerah nya cukup lestari dan menjadi bahasa gaul.

2. Kebiasaan / Trend Remaja

Gambar terkait

Hasil gambar untuk tawuran sman 70 jakarta

Berikutnya, ane akan kembali membahas soal kebiasaan dari para remaja dari kedua kota metropolitan ini. Beberapa dari opini yang ane sampaikan di point ini merupakan gabungan dari pengalaman dan pendapat ane sendiri serta pengalaman dari teman teman ane gansist. Yang menurut ane cukup terlihat perbedaanya adalah dari segi "berpakaian dan kenakalan"

Hasil gambar untuk tren celana sma pensil

Kalau di Bandung, tepatnya di SMP dan SMA, tentunya ada murid yang menunjukkan image gaul dan nakal di sekolah. Dan salah satu cara untuk menunjukkan itu adalah melalui cara berpakaian dengan seragam. Trend yang sangat menjamur disini adalah celana pensil / ketat dan kemeja ketat untuk siswa laki laki. Yap, hal seperti ini memang menjadi sasaran empuk terbesar dari guru untuk memburu siswa nakal, namun hal dan trend ini dibandung kayak gak ada matinya. Pasti banyak sekali murid yang memakai ini. Sementara untuk cewek paling rok yang dibuat ngatung. Selain itu soal kenakalannya gan. Kalau dari kenakalan, yang terkenal dari remaja remaja Bandung adalah Geng Motor dan Geng Sekolah. Yap, bisa dibilang geng motor menjadi salah satu kriminal khas dari daerah ini,  sementara Geng Sekolah di Bandung (yang tak berafiliasi dengan geng motor) hanya melakukan kenakalan standar seperti merokok dan minum. Namun yang lebih marak disini adalah merokok (bahkan dari usia 12 dan mayoritas anak SMA Pria ane adalah perokok) Sementara yang minum jarang, paling banter Amer.

Gambar terkait

Kalau di Jakarta, dari teman teman ane yang bersekolah di SMA negeri disana ane mendapat info bahwa, siswa laki laki di Jakarta gak terlalu demen modif seragam layaknya anak SMA Bandung. Untuk cowo, kemeja tetap regular fit dan celana pada kodrat umumnya. Namun perbedaanya ada di siswa wanita. Disini malah banyak yang membuat roknya menjadi ketat atau span. Bisa dibilang kebalikan deh. Kalau soal kenakalan, yang populer dari Jakarta juga geng sekolah tapi bedanya geng motor Jakarta tak semarak geng motor Bandung. Yang cukup mencolok adalah tawuran, dimana banyak STM dan SMAN yang cukup brutal dalam tawuran di Jakarta dulu, gak tau kalau sekarang. Kalau di Bandung persentasenya bisa dibilang kecil. Untuk merokok mungkin sama tapi soal minum bisa dibilang lebih advanced di Jakarta. Soal gaya pacaran ? Dari pengalaman ane dan teman teman soal parahnya sama aja gan hehe.

3. Sarana Hiburan Dan Tongkrongan

Gambar terkait
Gambar terkait

Berikutnya ada hal yang menurut ane pribadi cukup kontras dan jujur ane jauh lebih suka yang punya Jakarta. Yap, landscape dari kedua kota ini sangat berbeda dan sangat berpengaruh pada sarana hiburan. Jakarta memiliki image yang urban dan full of skyscrapers banget. Sementara Bandung terkenal dengan alam pegunungan asri namun dengan gedung megah yang sangat minim kalau dibandingkan di Jakarta.

Gambar terkait
Gambar terkait

Dua hal soal sarana hiburan di Jakarta yang cukup mencolok perbedaannya dengan Bandung ada dua yaitu Mall Mewah dan Rooftop Bar. Yap, dua hal yang jarang banget ane temui di Bandung ini menjadi hal yang membuat ane sangat suka hiburan di Jakarta. Jakarta memiliki berbagai mall mewah seperti Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Mall Kelapa Gading, Pacific Place, Pondok Indah Mall, dan ada puluhan lagi. Serta rooftop bar mewah seperti SKYE, Henshin, La Vue, Bart, dan Cloud yang menyuguhkan megapolitan skyscrapers view yang menjadi favorit ane. Karena ane cukup suka ke mall, maka dari itu Jakarta mendapat poin plus dari ane karena memiliki sejumlah mall mewah, dan jujur ane setiap ke Jakarta (2 Minggu Sekali) ane selalu main dan nongkrongnya ke Mall, ketimbang ke Cafe. Yap, meskipun ane asalnya (dan rumah keluaga di Jaksel, tepatnya daerah Pasar Minggu) bisa dibilang tongkrongan ane di daerah Jakpus (Thamrin - Senayan). Karena jujur ane lebih prefer mall sebagai tempat nongkrong formal ketimbang cafe cafe kekinian ala Jaksel (Senopati x Kemang) yang terlalu anak muda. Untuk amusement park, Jakarta punya Dufan sebagai kebangaan sama halnya Bandung dengan Trans Studio.

Gambar terkait
Gambar terkait

Sementara di Bandung, pilihan mall besar tetap ada namun soal kemewahan jauh dari Jakarta. Contohnya ada Mall Cihampelas Walk (yang kalau di Jakarta ibaratnya Central Park), lalu ada Trans Studio Mall (kalau di Jakarta ibaratnya Kemang Village) dan 23 Paskal (Yang ibaratnya kalau di Jakarta itu AEON JGC dan sama sama jauh dari pusat kota hehe). Selebihnya, seperti mall standar. Dan Soal Nightclub juga sama halnya dengan mall di kedua kota ini. Nah, kalau Jakarta punya Rooftop Bar dan Restoran Mewah, Bandung punya hal serupa yang mengandalkan keunikan bandung yaitu Hilltop Bar / Restaurant. Jadi karena tak memiliki view skyscrapers, Bandung masih memiliki pemandangan alam yang indah, jadinya banyak restoran western yang memiliki tempat di dataran tinggi agar memiliki view pegunungan yang keren. Biasanya di daerah Dago Pakar, Puncak Ciumbeuluit, dan Setiabudhi. Makanannya tergolong fancy namun lebih murah dari Jakarta. Dan yap, peredaran minuman alkohol bahkan Koktail di Bandung jauh lebih terbatas ketimbang Jakarta, setidaknya dari pengalaman ane. Kalau ane langganan di Beer Store dekat BIP. Selain itu, untuk menikmati hilltop di Bandung pilihan murahnya sangat banyak karena juga tersedia banyak warung dan saung murah yang ada di dataran tinggi yang juga menyuguhkan view Bandung dari atas. Dan jujur, meskipun ane tinggal di Bandung ane memiliki intensitas yang jauh lebih rendah untuk main dan nongkrong ketimbang di Jakarta.

4. Suasana Lalu Lintas & Pengemudinya

Hasil gambar untuk jalan mh thamrin

Dan terakhir soal lalu lintasnya. Menurut ane pribadi yang sering bekendara di kedua kota ini menggunakan motor maupun mobil (kalau mobil jarang sih), perbedaanya cukup mencolok tapi lebih ke pengemudinya. Jakarta memang dikenal dan dianggap sebagai nerakanya jalan raya karena macet. Namun, akhir akhir ini ane merasakan dan juga mendapatkan info dari teman teman ane bahwa kemacetan di Bandung sekarang melampaui Jakarta. Dan yap itu benar, kini di Bandung terutama di malam minggu, jalan raya dari utara hingga selatan selalu penuh, semerawut, dan macet total. Namun di Jakarta yang dulu semerawutnya naudzubillah menurut ane cukup membaik. Beberapa kali ane coba keluar malimingan ke GI / Sency yang notabene di pusat, ane gak merasakan macet yang berarti, paling banter di ramai lancar. Jadi soal kemacetan gak terlalu kontras.

Hasil gambar untuk jalan mh thamrin

Nah, soal pengendara nya nih yang cukup kontras bedanya. Dan untuk hal ini jujur ane lebih suka di Bandung. Kami di Bandung, setidaknya di daerah yang sering ane lewati, pengemudinya termasuk sabar. Jarang terjadi klakson berlebihan, dan di lampu merah lebih sering kondisi nya kondusif. Jika lampu sudah hijau, jarang terdengar klakson orang yang over buru buru. Beda dengan di Jakarta. Yang terkenal adalah soal lampu merah. Di Jakarta baru lampu kuning saja ane sudah dengar klaskon yang sangat ngeselin, padahal tinggal nunggu orang ngegas aja gak lama. Selain itu, disini terlalu lambat sedikit klaksonnya lebay, terlalu ketengah, klaksonnya juga gak kalah berisik. Jadi jalur teraman di Jakarta adalah stay di jalur kiri. Dan di Bandung, gaya berkendaranya bisa dibilang lebih woles.

Hasil gambar untuk lampu merah bandung

Sumber : Opini Pribadi + Google Images.

Kenalan Sama TS : 




Comments